8 kemunculan Indonesia di film asing

Diposkan oleh admin

Pengen berbagi aja lah, kalo yang beberapa hari lalu gw membahas kemunculan Indonesia di komik (Amerika, yang kebanyakan negatif....), udah lah, gak usah kebanyakan basa basi, langsung aja
No.1: Anaconda
Nah, ini adalah film tahun 2004, yaitu film tentang uler gede.
Yap, Anaconda ini (yang kedua, dengan judul Hunt For The Blood Orchid) adalah film yang berlatar belakang Indonesia, tepatnya Kalimantan, ini sedikit cuplikan tentang alurnya
The film begins with a native of Borneo in the Jungle. He appears to be unafraid as he is attacked by a tiger, but runs at the sight of a giant anaconda (despite the fact that anacondas are native to the Western Hemisphere). As the native is lifted up into the air he manages to stab the anaconda. The chase continues until the native falls down a cliff into a pool of water covered with orchid leaves. In the pool he is eventually caught and is dragged under water, facing his death.
Tapi sayangnya ini film gak bener2 syuting di Indonesia tapi syuting di kepulauan Fiji (seinget gw sih)
Btw, ini nih gambar posternya



No. 2: Honeymoon in Bali
Nah, kalo yang ini adalah film jadul, tahun 1939 gan, tapi dari judulnya aja udah menyebutkan provinsi kita yang tersohor sampe keluar negeri, apalagi kalo bukan Bali??
Nah, filmnya ini adalah Honeymoon in Bali, plotnya artiin sendiri aja deh, gw males ngartiinnya....
A store executive, Gail Allen, thinks anyone, including women, can have success in their chosen career field. A fortune teller predicts her future. The fortune teller says that she will get married and have a baby. Gail Allen does not like her predicted future. She thinks that her career will come first, until she meets Bill Burnett.

Nih poster filmnya....

No. 3: King Kong
Nah, ini film juga keknya terkenal nih, udah tiga kali dibuat filmnya, yang asli tahun 1933 dan terbaru tahun 2005, udah sering kok diputer di TV....
Apalagi kalo bukan film King Kong, ini sedikit cuplikan tentang alur cerita
Carl Denham (Robert Armstrong), a film director famous for shooting animal pictures in remote and exotic locations, is unable to hire an actress to star in his newest project and so wanders the streets of 1930's New York City searching for a suitable girl. He chances upon unemployed Ann Darrow (Fay Wray), as she is caught trying to steal an apple. Denham pays off the grocer then offers her the lead role in his latest film. Although Ann is apprehensive, she has nothing to lose and agrees.
They set sail aboard the Venture, a tramp steamer, and travel for weeks in the direction of Indonesia. Despite his ongoing declarations that women have no place on board ships, the ship's first mate Jack Driscoll (Bruce Cabot) is obviously becoming attracted to Ann. Denham informs Driscoll he has enough trouble without the complications of a seagoing love affair. Driscoll sneers at the suggestion, reminding Denham of his toughness in past adventures. Denham's reply outlines the theme of both the movie he is making and the one in which he is a character: 'The Beast was a tough guy too. He could lick the world, but when he saw Beauty, she got him. He went soft. He forgot his wisdom and the little fellas licked him.'

Nah, udah jelas mereka berlayar ke Indonesia, kalo yang film 2005, ke pulau Tengkorak (Pulau Nias), cerita ini film udah pada tau lah
Untuk gambar fotonya, ini dia





No. 4: Something Happened in Bali
Nah, yang ini berlatar di Bali, ceritanya 'Tersebutlah seorang pria bernama Kang In-Wook (diperankan So Ji-Sub) yang menjalin hubungan dengan seorang gadis kaya bernama Choi Young-Ju (diperankan Park Ye-Jin). Kenapa gue pake ‘kaya’ dalam penjelasannya, karena Kang In-Wook cowok miskin. In-Wook yang merupakan kakak kelas alias senior dari Young-Ju memang sudah lama berpacaran dengan gadis itu; namun karena ia miskin, orang tua Young-Ju pasti tidak akan menyetujuinya. So, mereka pacaran dengan sembunyi-sembunyi. Cerita yang ‘standar’? Wohoho…jangan salah, karena masalah tidak berhenti sampai di situ saja.
Young-Ju mendatangi In-Wook yang bekerja di Jakarta (ciee… maksud gue, ‘ciee…’ adalah : ‘Jakarta’-nya itu loh ^_^). Dia mengajak In-Wook ke Bali, karena ada ‘hal penting’ yang harus diurusnya. What’s that? Ternyata, Young-Ju harus menemui ‘tunangan’nya yang bernama Jung Jae-Min (diperankan Jo In-Sung). Nah lo…gimana tuh?
Yup! Ada yang bisa menduga? Or mungkin tahu sebabnya? Jae-Min adalah tunangan ‘hasil’ dari perjodohan orang tua Young-Ju & Jae-Min. Maksudnya sih, untuk ‘menggabungkan’ bisnis kedua orang tua mereka juga. Jadi, so pasti Jae-Min adalah orang kaya juga seperti Young-Ju.
Akhirnya bertemulah mereka bertiga di Bali. Parahnya lagi, ternyata In-Wook adalah pegawai di perusahaan keluarga Jung! Atau dengan kata lain, In-Wook ‘mengais sesuap nasi’ dari perusahaan sang direktur, yakni ayah Jung Jae-Min. Alhasil, Young-Ju benar-benar harus menutupi ‘hubungannya’ dengan In-Wook.'


Judul lain dari ini film adalah Something Happened in Bali atau What Happened in Bali, judul Koreanya Ballieseo saengkin il...
Untuk gambar, liat aja deh




No. 5: The Island Of Dr. Moreau
Nah, yang ini juga film lama, latarnya juga bercerita di Indonesia sih, filmnya adalah The Island Of Dr. Moreau
Cerita dari ini film adalah obsesi seorang ilmuwan sinting untuk menggabungkan manusia dan hewan menjadi suatu spesies baru. Lokasi penelitiannya berada di suatu pulau terpencil di kawasan Indonesia Timur. Untuk mempertegas posisi Indonesia-nya, bahkan kapalnya bernama “Ombak Penari” terus si awak kapalnya pas dah mau nyampe di pulau itu ada yang ngomong pake Bahasa Indonesia.

Nih untuk gambar filmnya



No. 6: The year of living dangerously

Nah, kalo yang ini bercerita tentang masa pemerintahan Bung Karno. Film ini berkisah tentang seorang wartawan yang dikirim untuk bertugas di Jakarta pada tahun 1965-1966. Sayangnya ini film gak syuting di Jakarta, tapi di Bangkok, klo menurut gw sih lumayan nih ceritanya ya tapi sayang, keadaan Indonesia diceritakan lagi berkonflik sih....
Nih sedikit cuplikan gambarnya






No. 7:Toute la Beaute Du Monde

Nah, yang ini adalah film Perancis, syutingnya sih beneran di Indonesia, tepatnya di (tebak deh dimana, yap, pasti di Bali)
Ceritanya tentang seorang wanita bernama Tina (Zoé Félix), mempunyai 2 anak laki2. Suatu hari Tina mendapat kabar bahwa suaminya meninggal dalam kecelakaan mobil. Tina sangat shock. 8 bulan setelah kejadian itu dia terus larut dalam kesedihan dan ngga bisa ngelupain suaminya. Setelah musibah itu, Tina dan anak2nya pindah tinggal bersama kakak dan adik laki2 Tina. Ngga tahan ngelihat adiknya berlarut2 dalam kesedihan, kakak laki2 Tina curhat sama temennya, Franck.

Yang menarik dari film ini adalah latar belakang lokasinya di Bali. Film ini dibuat tahun 2005 tapi warna yang digunakan di film ini less bright (apa sih istilahnya dlm dunia sinematografi ?) sehingga terkesan film ini film tahun 80-an. Soundtrack dari film ini juga lagu Indonesia, hayo coba tebak lagunya siapa ? Lagunya Anang & Krisdayanti...
Ini adalah gambarnya




No.8: The West Wing
Nah, yang ini sedikit cuplikan dari serial TV The West Wing, Indonesia muncul (melalui presiden fiktifnya) pada episode 7 musim pertama (1.7)
'The President tries to focus on key problems — a hostage standoff, a hurricane, and an impending truckers' union strike - all while trying to prepare for an important state dinner with the Indonesian President. This episode marks the first appearance of First Lady Abigail Bartlet, played by Stockard Channing.'
Yang ini cuplikan cerita singkatnya:
Sebuah serial tv yang bersetting gedung putih, dengan tokoh presiden Amerika fiktif President Bartlett (Martin Sheen) beserta stafnya. Salah satu episodenya menceritakan tentang kesibukan gedung putih dalam menerima kunjungan presiden Indonesia (tentu fiktif juga) namanya Siguto (mungkin maksudnya Sugito, Grin ). Dari awal film ini Indonesia terus dijelek-jelekkan, sehingga sempat bikin kesel waktu nonton (hehehe), masa ada kalimat begini yang diucapkan seorang staf gedung putih kepada seorang staf gedung putih lainnya: “Hati-hati jangan bikin orang indonesia tersinggung, atau kepalamu akan dipenggal dan diarak keliling kota”.

Untungnya, ending film ini bagus. Ketika mereka bersusah payah berbicara Batak dan Portugis, tiba-tiba, staf indonesia yaitu si Bambang ini (yang ini mukanya emang melayu..ga tau apa indonesia beneran..) itu bicara bahasa Inggris dan memaki-maki para staf gedung putih. “Anda pikir kami bangsa yang bodoh? Anda pikir kami tak tahu anda anggap apa bangsa kami dan apa anda pikir kami tak bisa berbahasa Inggris? Kami mengerti semua perkataan anda bahkan arah pidato presiden anda kami sangat paham.
Tapi kami bangsa yang berdaulat. Jangan mentang-mentang anda negara kuat seenaknya saja mengatur kebijakan dalam negri kami. Urus saja urusan dalam negeri anda. Dan satu hal, daripada kami mengikuti kemauan Anda, lebih baik kami tak usah dibantu sama sekali”. Bagus banget endingnya. Sayang cuma di film ya…
Nih gambarnya


Search

Memuat...